TATA KRAMA

Di dalam Al-Qur’an banyak sekali ajaran tata krama dari Allah, termasuk di antaranya mengenai menjawab dengan indah pada cemoohan yang membencikan. Oleh karena itu Walid bin Mughirah yang benci dan memusuhi Islam memuji Al-Qur’an setinggi langit. Umar bin Khatthab yang akan menghajar seorang yang masuk Islam, tiba-tiba justru insaf dan menyatakan Islam setelah mendengar Al-Qur’an dibaca. Bahkan Al-Qur’an yuchayyiru albaabal Arab, artinya: Membuat orang-orang pandai dari Arab terheran-heran dengan keindahannya yang sempurna. Ketika orang kafir bernama Ash bin Wail mencemooh kekuasaan Allah menghidupkan dari kematian dengan kalimat, “Masyak jika saya telah mati akan dikeluarkan lagi dari perut bumi dalam keadaan hidup?,” dipastikan Allah murka.[1] Tetapi Allah yang maha pengasih dan maha alim menjawab dengan puitis sopan dan indah sekali, sambil menebarkan ilmu:

وَيَقُولُ الْإِنْسَانُ أَإِذَا مَا مِتُّ لَسَوْفَ أُخْرَجُ حَيًّا (66) أَوَلَا يَذْكُرُ الْإِنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ يَكُ شَيْئًا (67) فَوَرَبِّكَ لَنَحْشُرَنَّهُمْ وَالشَّيَاطِينَ ثُمَّ لَنُحْضِرَنَّهُمْ حَوْلَ جَهَنَّمَ جِثِيًّا (68) ثُمَّ لَنَنْزِعَنَّ مِنْ كُلِّ شِيعَةٍ أَيُّهُمْ أَشَدُّ عَلَى الرَّحْمَنِ عِتِيًّا (69) ثُمَّ لَنَحْنُ أَعْلَمُ بِالَّذِينَ هُمْ أَوْلَى بِهَا صِلِيًّا (70) وَإِنْ مِنْكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا كَانَ عَلَى رَبِّكَ حَتْمًا مَقْضِيًّا (71) ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوْا وَنَذَرُ الظَّالِمِينَ فِيهَا جِثِيًّا (72) وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا بَيِّنَاتٍ قَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا أَيُّ الْفَرِيقَيْنِ خَيْرٌ مَقَامًا وَأَحْسَنُ نَدِيًّا (73) وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْنٍ هُمْ أَحْسَنُ أَثَاثًا وَرِئْيًا (74) قُلْ مَنْ كَانَ فِي الضَّلَالَةِ فَلْيَمْدُدْ لَهُ الرَّحْمَنُ مَدًّا حَتَّى إِذَا رَأَوْا مَا يُوعَدُونَ إِمَّا الْعَذَابَ وَإِمَّا السَّاعَةَ فَسَيَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ شَرٌّ مَكَانًا وَأَضْعَفُ جُنْدًا (75) وَيَزِيدُ اللَّهُ الَّذِينَ اهْتَدَوْا هُدًى وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ مَرَدًّا (76) أَفَرَأَيْتَ الَّذِي كَفَرَ بِآيَاتِنَا وَقَالَ لَأُوتَيَنَّ مَالًا وَوَلَدًا (77) أَطَّلَعَ الْغَيْبَ أَمِ اتَّخَذَ عِنْدَ الرَّحْمَنِ عَهْدًا (78) كَلَّا سَنَكْتُبُ مَا يَقُولُ وَنَمُدُّ لَهُ مِنَ الْعَذَابِ مَدًّا (79) وَنَرِثُهُ مَا يَقُولُ وَيَأْتِينَا فَرْدًا (80)
Artinya:
Manusia berkata, “Masyak jika saya telah mati niscaya akan dikeluarkan lagi dalam keadaan hidup?.”
(Allah menjawab), “Masyak dia tidak ingat bahwa sungguh Kami lah yang telah membuat dia sebelum itu, ‘padahal (tadinya) bukanlah sesuatu?’.
Demi Tuhanmu niscaya sungguh mereka dan para syaitan akan Kami kumpulkan lalu Kami hadirkan di sekeliling Jahannam dalam keadaan bersimpuh.
Lalu sungguh Kami akan mengambil dari tiap-tiap golongan: mana mereka yang lebih sangat menentangnya pada Rohman (Allah).
Lalu niscaya Kami akan tahu pada orang-orang yang lebih berhak memasukinya.
Tak seorang pun dari kalian kecuali pasti mendatangi padanya: telah menjadi ketetapan yang diputuskan atas Tuhanmu.
Lalu Kami akan menyelamatkan orang-orang yang telah bertaqwa, dan meninggalkan orang-orang lalim di dalamnya dalam keadaan bersimpuh.
Ketika ayat-ayat Kami yang keadaannya jelas dibacakan pada mereka, orang-orang yang telah kafir berkata pada orang-orang yang telah beriman ‘mana dua golongan (kami dan kalian) yang kedudukannya lebih baik dan golongannya lebih elok?’.
Padahal banyak golongan sebelum mereka yang telah Kami rusak: harta dan pandangan mereka lebih elok.
Katakan (hai Muhammad) ‘barang siapa telah di dalam kesesatan, semoga Rohman (Allah) memanjangkan dengan benar-benar panjang untuknya, hingga ketika telah melihat yang diancamkan: mungkin adzab; mungkin kiamat, maka mereka akan tahu siapa tempatnya yang lebih elek dan golongannya yang lebih lemah’.
Dan Allah akan menambah petunjuk pada orang-orang yang mencari petunjuk; sementara (baqiyatus shaalihaat) beberapa ketetapan yang baik, lebih baik pahalanya dan tempat kembalinya di sisi Tuhanmu.

Apa kau telah mengerti orang yang telah mengkufuri ayat-ayat Kami dan berkata ‘niscaya sungguh saya (besok) akan diberi harta dan anak?’. Apa dia menengok barang ghoib ataukah telah mengambil pesan (tiket) di sisi Rohman?.
Jangan begitu, Kami akan mengutib yang ia katakan dan akan memanjangkan siksa benar-benar panjang untuknya. Dan yang dia katakan akan Kami waris dan dia akan datang sendirian pada Kami.”

Oleh karena itu nabi SAW juga sopan sekali terhadap orang-orang kafir dan kaum Yahudi yang selalu mencemoohnya. Para sahabat, para tabi’iin, para ulama juga begitu. Para sahabat nabi berkata kasar hanya dalam kondidi perang. A’isyah pernah berbuat kasar pada kaum Yahudi yang tidak sopan, tetapi nabi menasehatinya :
صحيح البخاري ـ حسب ترقيم فتح الباري – (8 / 14)
6024- حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللهِ ، حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ ، عَنْ صَالِحٍ ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ ، عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ أَنَّ عَائِشَةَ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا ، زَوْجَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَتْ دَخَلَ رَهْطٌ مِنَ الْيَهُودِ عَلَى رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالُوا السَّامُ عَلَيْكُمْ قَالَتْ عَائِشَةُ فَفَهِمْتُهَا فَقُلْتُ وَعَلَيْكُمُ السَّامُ وَاللَّعْنَةُ قَالَتْ ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم مَهْلاً يَا عَائِشَةُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِي الأَمْرِ كُلِّهِ ، فَقُلْتُ : يَا رَسُولَ اللهِ وَلَمْ تَسْمَعْ مَا قَالُوا قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : قَدْ قُلْتُ وَعَلَيْكُمْ.
Artinya (isnadnya tidak diartikan):
Sesungguhnya A’isyah RA istri nabi SAW berkata, “Sekelompok kaum dari Yahudi memasuki ruangan Rasulillah SAW untuk berkata ‘assaamu alaikum’.”[2]
A’isyah berkata, “Saya memahami kalimat itu. Sontak saya menjawab ‘wa alaikumussaamu wallanah’,” artinya: Semoga kalian juga dilanda kematian dan laknat.
Sontak Rasulillah SAW bersabda, “(Menjawabnya) yang lembut ya A’isyah, sungguh Allah cinta kelembutan dalam perkara semuanya.”
A’isyah berkata, “Saya sontak menjawab ‘ya Rasulallah, apa baginda tidak mendengar yang mereka katakan?’.”
Rasulillah SAW bersabda, “Sungguh saya tadi telah mengucapkan ‘wa alaikum’ kok.”
Wa alaikum artinya: Semoga kalian juga begitu. Tulisan ini berhubungan dengan yang di:http://www.mulungan.org/2011/07/berbicara-indah-saat-marah.html
[1] Bukhari meriwayatkan:
صحيح البخاري ـ حسب ترقيم فتح الباري – (4 / 129)
3193- حَدَّثَنِي عَبْدُ اللهِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ ، عَنْ أَبِي أَحْمَدَ عَنْ سُفْيَانَ ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ ، عَنِ الأَعْرَجِ ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم أُرَاهُ يَقُولُ اللَّهُ شَتَمَنِي ابْنُ آدَمَ وَمَا يَنْبَغِي لَهُ أَنْ يَشْتِمَنِي وَتَكَذَّبَنِي وَمَا يَنْبَغِي لَهُ أَمَّا شَتْمُهُ فَقَوْلُهُ إِنَّ لِي وَلَدًا وَأَمَّا تَكْذِيبُهُ فَقَوْلُهُ لَيْسَ يُعِيدُنِي كَمَا بَدَأَنِي.
Artinya (isnadnya tidak diartikan):
Dari Abi Hurairah RA: Rasulullah SAW bersabda, “Allah berfirman ‘anak Adam telah mencaci-maki padaKu, padahal dia tak berhak mencaci-makiKu, dia juga mendustakanKu, padahal dia tak berhak melakukannya’. Adapun caci-makiannya adalah pernyataannya ‘sungguh Aku (Allah) berputra’, dan adapun mendustakannya adalah pernyataannya ‘Dia (Allah) takkan mengembalikanku (hidup lagi) sebagaimana telah membuatku (anak Adam) pertama kali’.”
[2] Artinya: Semoga kematian melanda kalian.

Advertisements

TATA KRAMA BERTAMU

1. Berpakaian rapi, pantas dan sopan.
2. Tidak bertamu pada jam-jam istirahat.
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آَمَنُوْا لِيَسْتَأْذِنْكُمُ الَّذِيْنَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِيْنَ لَمْ يَبْلُغُوْا الْحُلُمَ مِنْكُمْ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ مِنْ قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَحِيْنَ تَضَعُوْنَ ثِيَابَكُمْ مِنَ الظَّهِيْرَةِ وَمِنْ بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَكُمْ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ طَوَّافُوْنَ عَلَيْكُمْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللهُ لَكُمُ الْآَيَاتِ وَاللهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ * سورة النور أية ٥٨
Hai orang-orang yang beriman budakmu dan orang yang belum baligh supaya minta idzin untuk masuk rumah pada tiga waktu yaitu: Sebelum sholat shubuh, Waktu dhuhur, dan Setelah sholat Isyak, Dan tidak dosa jika mereka mondar-mandir disaat selain tiga waktu tersebut. Demikian kami Alloh menjelaskan ayat-ayat untuk kalian, Dan Alloh maha tau dan maha menghukumi. ( QS. An Nur ayat 58 )
3. Seyogyanya membuat janji terlebih dahulu dan menepatinya, mengingat mungkin tuan rumah banyak kesibukan.
4. Mengetuk pintu atau membunyikan bel rumah dan mengucapkan salam.
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آَمَنُوْا لَا تَدْخُلُوْا بُيُوْتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّى تَسْتَأْنِسُوْا وَتُسَلِّمُوْا عَلَى أَهْلِهَا ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ * سورة النور أية ٢٧
Hai orang-orang yang beriman kalian jangan masuk rumah yang bukan rumahmu sehingga kamu terlebih dahulu untuk minta idzin dan salam terlebih dahulu kepada pemilik rumah, Demikian itu lebih baik untuk kalian agar kalian bisa ingat. ( QS. An Nur ayat 27 )
5. Bila sudah mengucapkan salam 3x dan tidak ada jawaban sebaiknya pergi.
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللهِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا يَزِيْدُ بْنُ خُصَيْفَةَ عَنْ بُسْرِ بْنِ سَعِيْدٍ عَنْ أَبِيْ سَعِيْدٍ الْخُدْرِيِّ رواه صحيح البخاري في كتاب الإستئذان
Dari Abu Said berkata: Saya berada di Majlisnya orang Anshor dan saat itu datanglah Abu Musa yang sedang keadaan takut, Abu Musa berkata: aku minta idzin kepada Umar tiga kali tapi oleh umar saya tidak di Idzini dan sayapun kembali pulang, Umar berkata: Kamu kenapa Abu Musa,,, ? Aku menjawab aku minta idzin kepadamu tiga kali tapi saya tidak di Idzini dan saya kembali pulang, Dan Nabi bersabda: Ketika salah satu kalian minta Idzin tiga kali dan tidak di Idzini, maka kembalilah,,, ( HR. Shohih Al Bukhori )
6. Tidak boleh mengintip atau melongok kedalam rumah, walaupun pintu atau jendela terbuka.
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللهِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ الزُّهْرِيُّ حَفِظْتُهُ كَمَا أَنَّكَ هَا هُنَا عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رواه صحيح البخاري في كتاب الإستئذان
Sahl berkata: Ada seorang laki-laki yang mengintip lubang kamarnya Nabi, dan saat itu Nabi membawa alat garuk kepala, Nabi bersabda: Jikalau aku tau kalau kamu ngintip, Niscaya aku pasti akan menusuk matamu, sesungguhnya Idzin diperintahkan karena pandangan mata agar tidak ngintip. ( HR. Shohih Al Bukhori )
7. Bila ditanya “siapa itu,,,?” menjawabnya dengan menyebut nama.
حَدَّثَنَا أَبُوْ الْوَلِيْدِ هِشَامُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ قَالَ سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا البخاري في كتاب الإستئذان
Jabir berkata: saya datang kepada Nabi dalam urusan utangnya bapaku, dan saya mengetuk pintu dan Nabi bertanya “ siapa disitu ,,,? ” aku menjawab: saya dan Nabi menjawab saya-saya yang mana Nabi seperti tidak senang dengan jawabanku saya saya. ( HR. Shohih Al Bukhori )
8. Tidak boleh masuk dan duduk sebelum dipersilahkan.
9. Melepas sepatu atau sandal sebelum masuk rumah atau menyesuaikan.
10. Menempati tempat duduk yang dipersiapkan untuk tamu ( tidak menempati tempat duduk tuan rumah ).
11. Bila tuan rumah bukan Mahromnya dan hanya satu orang, Maka cukup diluar rumah dan berbicara seperlunya.
12. Tidak makan dan minum hidangan yang disuguhkan sebelum dipersilahkan.
13. Sebaiknya mau mencicipi atau menikmati hidangan yang disediakan tuan rumah.
14. Bila hidangan yang disuguhkan merupakan pantangan, supaya menolak dengan sopan.
15. Apabila bermalam, sebelum pulang hendaknya merapikan tempat tidurnya.
16. Apabila membawa anak kecil supaya menjaga dengan baik sehingga tidak mengecewakan tuan rumah.
17. Apabila melakukan sesuatu yang mengecewakan tuan rumah ( misal: merusakan barang, ngompol dll ), supaya berterus terang dan minta maaf.
18. Sebelum pulang hendaknya minta maaf, mengucapkan Syukur/terima kasih atas semua kebaikan tuan rumah dan mengucapkan salam.

Nasehat Buat Anakku

Jalani harimu sebaik mungkin,
Dapatkan yang terbaik dari tiap jam, tiap hari, dan tiap unsur hidupmu.
Lalu kamu bisa menatap kedepan dengan penuh percaya diri dan menoleh ke belakang tanpa rasa sesal.

Jadilah dirimu sendiri, namun dirimu yang terbaik.
Beranilah tampil beda, dan ikuti kata hatimu sendiri.
Jangan takut merasa bahagia, Nikmati segala keindahan.
Cintailah jiwa dan ragamu, dan yakinlah orang-orang yang kamu cintai juga mencintaimu.
Lupakan kebaikan yang pernah kamu lakukan pada teman-temanmu, dan ingat selalu kebaikan mereka.

Bila dihadapkan pada suatu keputusan, buatlah sebijaksana mungkin.
Diatas segalanya, ingatlah bahwa Tuhan menurunkan pertolongan kepada mereka yang mau membantu diri sendiri.
Berbuatlah seakan-akan semua bergantung padamu dan berdoalah seakan-akan semua bergantung pada-Nya.

Hapalan Surat Pendek,Doa Harian, Asmaul Husna, Tilawah Al Qur`an dan Cerdas Cermat

Selama dua hari mengikuti Kegiatan Cerdas Tangkas Terampil PPG Sumbawa Tahn 2014 di Sumbawa, sejumlah peserta terpaksa berpisah dengan sanak saudaranya. Begitu pula yang dialami peserta dari TPQ yang untuk pertama kalinya ikut serta dalam kegiatan tersebut. Meraka jauh dari orang tua, keluarga dan teman, dan bukanlan suatu hal yang mudah untuk dilalui khususnya bagi sebagai anggota peserta yang masih berumur belia tahun, secara mandiri melalui beberapa cabang mata lomba Agama Islam diantaranya Hapalan Surat Pendek, Hafalan Doa Harian, Hafalan Asmaul Husna, Tilawah Al Qur`an, Bacaan Makna Keterangan Al Qur`an dan Cerdas Cermat .